Rabu, 23 November 2011

Seputar Kabah Diliputi Keharuan

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH – Mendekati masa akhir musim haji dan di saat kawasan thawaf sudah semakin lengang, suasana sepi di sekitar Ka;bah malah memicu keharuan.

Di masa puncak haji di mana tempat ini selalu dipadati jaamaah, saat itu memang tak  terlihat adanya jamaah yang menangis. Tapi kini tampak jelas banyak sekali wajah-wajah sembab yang menangis ketika berthawaf mengitari Baitullah tersebut.


Apalagi kalau jamaah itu melakukan Thawaf Wada’, banyak sekali jamaah yang sesunggukan tak bisa menahan emosi. Tak hanya jamaah asal Indonesia, jamaah haji dari negara lain pun punya ekpresi yang sama. “Nanti sore saya pulang ke Istambul. Mudahan-mudahan Allah memberi kesempatan kami balik ke sini lagi,” kata Sulayman, jamaah haji asal Turki, kepada wartawan Republika, Muhammad Subarkah, di Masjidil Haram, Senin (21/11).

Di Masjidil Haram sekarang ini memang suasana tak lagi padat. Secara perlahan  pelataran masjid yang berkapasitas hingga dua juta orang terasa lengang. Jamaah haji yang tersisa hanya sebagian saja. Itu pun jamaah terakhir yang dahulu datang  mendekati masa puncak haji.

Wajah familiar yang kini banyak terlihat adalah jamaah asal Turki, Pakistan, Malaysia, dan Indonesia. Jamaah di luar itu, misalnya dari Rusia, Inggris, Kanada, Taiwan, sudah lama menghilang. Hanya terlihat sebagian kecil rombongan haji asal Cina.

“Kamis besok kami akan pulang. Langsung ke Jeddah. Menginap dua hari di sana kemudian terbang. Diperkirakan sampai Johor Ahad pagi,” kata Abdullah, jamaah haji asal Johor, Malaysia.
Ia mengaku sudah lebih dari sebulan tinggal di Makkah. Dan ia pun sudah tinggal Madinah selama sembilan hari. “Kami juga sudah mengerjakan ibadah shalat Arba’in di Masjid Nabawi,” ujarnya.

Redaktur: Chairul Akhmad
Sumber : http://www.jurnalhaji.com/2011/11/21/seputar-ka%e2%80%99bah-diliputi-keharuan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar